Ada pepatah mengatakan “Malu bertanya sesat dijalan,banyak bertanya memalukan,nggak bertanya jalan-jalan,besar kemaluan…nggak bisa jalan….wakakakakakakaka…tapi hal ini nggak ada kaitannya ama pribahasa diatas.Aku hanya terbengong aja setelah ngelihat televisi bahwa KPK menangkap tangan Anggota Dewan Terhormat…yang jelas KPK bukan menangkap tangannya oknum (oknum kok rame ya..he..he..he..) dewan aja,tapi juga berupa barang sitaan lainnya…apalagi kalo bukan duit.Kasihan juga nih anggota dewannya…apa dia nggak punya saraf malu,tapi setelah dipikir-pikir dia nggak salah kok..wong di DPR itu banyak komisi-komisi..ada komisi A ada komisi B ada Komisi Anu…jadi ya kerjaannya nyari komisi….wakakakakakak selamat deh pak oknum dewan yang terhormat semoga Bapak diberikan ketabahan,keselamatan lahir bathin (Endonesia banget ya….wakakakakakaka)…
Malu
Maret 4, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar
→ Tinggalkan KomentarKategori: Uncategorized
Ditandai: DPR, kemaluan, lucu, malu
pemilu,pemalu,pilu
Februari 3, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar
emang pemilu udah dekat banget,dan kita akan melihat sedikit dari mereka yang pemalu dan mempermainkan kepiluan rakyat…..kota medan sudah sangat berubah akhir-akhir ini,tidak ada sedikitpun sudut dan ruang publik tanpa terpampang poster atau baliho para wakil rakyat yang terhormat.wakilnya rakyat aja yang terhormat sedangkan rakyat ya tetap rakyat yang harus mengelus dada melihat lingkungan acak kadul kalo nggak mau dibilang semerawut.halllahh kita khan mesti maklum juga karena ini parhelatan akbar repbulik yang kita cintai dan telah menghabiskan milyaran loh uang kita,iya juga ya kenapa juga kita mesti mempermasalahkan ,lah semuanya “mungkin” setuju.Toh ini untuk kemajuan kita,bayangin aja kalo baliho dan poster itu bayar pajaknya khan kita juga yang nikmatin pajak(kalo bayar)…hua..ha..ha…pasti bayarlah khan kita semua taat hukum..orang jualan dipinggir jalan aja dipalakin kok apalagi yang jualannya lbh besar..pasti dipalakin..eh maksudnya di pajakin juga…kalo nggak ya kurang adil aja bagi yang lagi-lagi namaya “rakyat kecil”….
→ Tinggalkan KomentarKategori: Uncategorized
Ditandai: pemalu, pemilu, pilu, rakyat